16 Jenis Sapi Perah dengan Produksi Susu Terbanyak di Indonesia

Diposting pada

Demi membantu peternak sapi perah, kami mengumpulkan berbagai jenis sapi yang ada di Indonesia.
Anda bisa mengenali jenis beserta potensi produksi susunya. Tiap jenis sapi memiliki kemampuan berbeda dalam menghasilkan susu.

Dengan mengetahui jenis sapi perah, Anda bisa memprediksi tingkat keberhasilan di usaha peternakan ini. Selain itu, riwayat keturunan dapat membantu dalam menyusun strategi peningkatan produksi laktasi. Tentu saja, Anda juga bisa menghemat pakan sapi.

Jenis Sapi Perah Unggul dan Terbaik
Hampir semua jenis sapi perah adalah impor dari luar negeri. Meski demikian, dengan cara yang pas sapi sapi ini bisa diternak di Indonesia.
1. Sapi Perah Friesian Holstein

Friesian Holstein atau FH merupakan sapi perah terpopuler di dunia yang berasal dari Negara Belanda. Bahkan, di Amerika populasinya mencapai 90%. Sementara di Indonesia, sapi FH dikawinkan dengan sapi lokal dan menghasilkan peranakan FH.
Sapi perah FH memiliki kombinasi warna hitam-putih atau merah-putih. Performa fisiknya tinggi dan kokoh dengan ekor berbulu lebat. Sapi ini mempunyai kantung susu yang besar dan ambing sempurna.
Produksi susu sapi FH di Negara Belanda mencapai 20 liter per hari. Namun, di Indonesia produksinya hanya 10 liter per hari. Kandungan lemak dalam susu sapi FH tergolong rendah dengan warnanya yang kekuningan disertai butiran kecil.
 
2. Peranakan Friesian Holstein

Anda bisa menemukan sapi peanakan FH di kawasan Jawa Timur. Sapi peranakan FH merupakan hasil kawin silang antaran FH dan sapi jawa. Beberapa dikawinkan dengan sapi madura.
Sapi peranakan FH memiliki tubuh besar. Sapi ini mampu beradaptasi di iklim tropis. Produksi susunya mencapai 3.000 liter per laktasi jika dipelihara secara maksimal.
3. Sapi Perah Jersey

Mulanya, sapi jersey dikembangkan di Pulau Jersey Inggris. Di kawasan Jersey terdapat padang rumput yang tumbuh subur sehingga cocok untuk peternakan sapi perah. Hasil utama sapi jersey dimanfaatkan untuk bahan pembuatan keju di pulau tersebut.
Ciri khas sapi jersey, yaitu tubuhnya diselimuti kulit cokelat, abu-abu, hingga hitam. Bagian kepala, paha, dan bahu memiliki corak yang lebih gelap dibandingkan bagian lainnya.
Sapi jersey mampu memproduksi susu sekitar 8.319 pound per tahun (standar DHA) dengan kadar lemak 5,2%. Air susunya berwarna kuning hingga cokelat karena mengandung beta karoten tinggi.
4. Sapi Ayarshire

Nama ayarshire diambil dari daerah penghasilnya, yaitu Ayr di Skotlandia. Kawasan ini tergolong dingin, lembap, dan sedikit ditumbuhi rumput hijau. Namun, sapi ayarshire bisa bertahan hidup dengan produksi susu 4000 liter per tahun.
Sapi ayarshire memiliki warna tubuh kecokelatan, putih, dan kombinasi merah-putih. Bentuk tubuhnya besar, berekor panjang, dan punggungnya lurus. Karakternya mudah kaget jika didekati atau disentuh.
5. Brown Swiss

Pengembangan sapi brown swiss dilakukan di lereng pegunungan Negara Swiss. Saat musim semi, peternak menggembalakan sapi-sapi ini di padang rumput dekat gunung.
Sapi brown swiss bisa dimanfaatkan daging dan susunya. Kualitas marbling yang sempurna membuat sapi ini digemari para pecinta makanan berbahan daging. Selain itu, sapi brown swiss mampu menghasilkan susu segar sebanyak 1.860 pound (setara 500-600 liter) per tahun dengan lemak susu berwarna putih.
6. Guernsey

Terletak tidak jauh dari Pulau Jersey, sapi guernsey tumbuh sempurna di daratan Guernsey. Kawasan ini pun memiliki padang rumput yang subur dan luas. Sapi guernsey biasa digembalakan saat musim semi hingga musim panas.
Karakteristik fisik yang menonjol dari sapi ini, yaitu berwarna cokelat muda dengan bercak putih. Ukuran tubuhnya pendek, berkepala panjang, dan tidak mempunyai otot. Bobot dewasa sapi guernsey antara 400-800 kg.
7. Gir

Sapi gir berasal dari India bagian barat, tepatnya di semenanjung Kathiawar. Sapi ini memiliki kekerabatan yang dekat dengan kerbau. Itulah sebabnya, terdapat tanduk berukuran sedang dan melengkung ke belakang.
Ketika dewasa, sapi betinanya mencapai bobot 400 kg dan tinggi 130 cm. Sapi gir memproduksi susu hingga 2.000 liter per tahun. Kadar lemak dalam susunya sekitar 4,5-5%.
8. Sapi Sahiwal

Sapi sahiwal didominasi kulit kemerahan agak kelabu atau cokelat. Bentuk badannya besar, panjang, dan berdaging padat. Sapi sahiwal berkaki pendek, berkepala besar, dan bertanduk kecil.
Sapi Pakistan ini menghasilkan 2.000-5.000 liter susu per tahun. Namun, sapi perah jenis sahiwal tidak bisa bertahan hidup di kawasan bercurah hujan rendah.
9. Red Sindhi

Sama seperti sapi sahiwal, red sindhi pun berasal dari Pakistan. Sapi ini bercorak merah tua semi cokelat muda. Bagian punggungnya terdapat punuk kecil.
Bobot dewasa sapi red sindhi mencapai 500 kg. Sementara itu, produksi susunya sekitar 2.000 liter per tahun dengan kadar lemak paling tinggi 5%.
10. Ongole

Umumnya, peternak memanfaatkan sapi ongole untuk diambil dagingnya alias ternak sapi potong. Tapi, siapa sangka, sapi ini juga menghasilkan susu dengan produksi maksimal 3.000 pound per masa laktasi. Meskipun produksi susunya tergolong sedikit, sapi ongole kerap dipelihara sebagai sapi perah di India.
11. Frieswal

Sapi frieswal adalah sapi persilangan dari perkawinan sahiwal dan FH. Sapi jinak yang mudah dijinakan ini memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap serangan kutu, parasit, dan cuaca ekstrim.
Produksi susu sapi frieswal sekitar 1.000-1.500 liter per tahun. Produksi ini tergolong banyak dengan kandungan protein dan lemak yang tinggi.
12. Girolanda

Sapi girolonda merupakan sapi perah yang diternakan di negara Brazil. Sapi ini berasal dari perkawinan silang antara sapi gir dan FH. Ciri-ciri sapi girolanda, yaitu memiliki bercak putih dengan kulit tubuh yang berwarna hitam. Produktivitasnya tergolong tinggi dan biaya pemeliharaannya murah.
13. Jamaica Hope

Hidup dan berkembang di Jamaikan dari hasil persilangan sapi jersey, zebu, dan FH. Nama “Hope” menunjukkan asal peternakan tempat sapi jamaica dipelihara. Sapi ini mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi terhadap serangan penyakit dan cuaca ekstrim.
Saat dewasa, bobotnya mencapai 800 kg. Produksi susunya antara 2.000-2.500 liter per tahun. Uniknya, sapi jamaica hope mampu menghasilkan susu dalam jumlah banyak meskipun pakan hijauannya sedikit.
14. Milking Shorthorn

Sapi perah yang satu ini berasal dari Inggris. Sapi milking shorthorn masih satu garis dengan Bos taurus. Itulah sebabnya, terdapat tanduk pendek dan warna tubuh merah, hitam, hingga cokelat seperti nenek moyangnya.
Sapi milking shorthorn merupakan penghasil susu terbaik. Produksi susunya sekitar 5.126 kg per tahun. Jika ingin produksinya maksimal, sapi ini harus dipelihara di kawasan pegunungan.
15. Red Danish

Sapi danish atau red danish menghasilkan susu dengan protein dan lemak yang tinggi. Jumlah produksinya sekitar 3.998 kg per tahun. Kadar lemaknya sekitar 4,3% dengan kualitas marbling yang tinggi.
16. Sapi Hissar

Sapi hissar banyak diternakan di kawasan Sumatera Utara dan Sumbawa. Rata-rata produksi susu harian sekitar 2,6-3 liter perhari. Masa laktasinya 200 hari atau setara 7 bulan.
Peluang bisnis ini masih sangat bagus. Menurut pemerintah, kebutuhan susu nasional baru bisa dipenuhi oleh produsen lokal sebesar 20%, sisanya impor.
Itulah 16 jenis sapi perah yang menghasilkan produksi susu. Tentu saja yang paling banyak diternak di seluruh dunia adalah Fh dan pernakan FH.

Semoga bermanfaat. Sapi perah apa yang pernah anda lihat?