Digital Telco Outlook 2021

DIGITAL TELCO OUTLOOK 2021: “Kejar Pertumbuhan di Tengah Pelemahan Ekonomi dan Ketatnya Regulasi”

Diposting pada

Jakarta, vwrides.com – Indonesia memiliki visi pada 2025 menjadi negara terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi ekonomi digital mencapai 130 Miliar USD. Namun untuk mencapai hal tersebut ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti:

  1. Penetrasi internet Indonesia 64%, masih tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura 88%, Malaysia 83%, Thailand 75%, dan Vietnam 70%.
  2. Belum semua wilayah di Indonesia memiliki kualitas internet yang memadai. Rata-rata kecepatan internet mobileIndonesia 13,83 mbps, masih tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia 23,8 Mbps, Thailand 25,9 Mbps, Vietnam 30,39 Mbps, dan Singapura 57,16 Mbps.
  3. Harga data yang murah. Riset perusahaan Inggris Cable menyebut rata-rata harga data 1GB di Indonesia USD 1,21 atau hanya sekitar Rp 17 ribu. Torehan tersebut membuat Indonesia menduduki posisi ketiga sebagai negara dengan paket data termurah di Asia Tenggara, setelah Myanmar dan Malaysia. Harga data yang murah memang cenderung menguntungkan konsumen, namun berimbas pada menurunnya pendapatan dan kesehatan operator.
  4. Kepastian regulasi yang mendukung kondusifitas dunia usaha. Seperti kepastian pemilikan spectrum (untuk mendukung rencana merger dan akusisi operator), aturan network dan frequency sharing untuk efiesiensi industri, belum adanya regulasi terhadap OTT, biaya sewa jaringan utilitas di daerah-daerah yang membebani operator, dsb.
  5. Meski merupakan pasar ponsel terbesar ke empat di dunia, industri ponsel Indonesia masih sebatas perakitan. Enggannya vendor membangun pabrik karena belum adanya skema dan insentif menarik yang ditawarkan pemeritah kepada vendor-vendor ponsel.
  6. Maraknya pembobolan rekening, menunjukkan lemahnya cyber securitydan keamanan data konsumen.

Melalui forum “Digital Telco Outlook 2021”, Selular Media Network (SMN) berupaya memetakan beragam tantangan sekaligus peluang industri telekomunikasi Indonesia pada 2021. Menghadirkan beragam pembicara utama dari praktisi bisnis, pemerintahan, legislator dan juga pemerhati industri ICT. Diharapkan forum tahunan ini dapat mendorong industri ICT semakin kuat dalam menghadapi tantangan di era disrupsi teknologi.